Minggu, 10 Mei 2015

Softskill Bahasa Indonesia


      Dalam proses penulisan karya ilmiah ada dua jenis kalimat, yaitu kalimat dan kalimat efektif. Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki kemampuan untuk mengungkapkan gagasan penulis atau penutur sehingga pembaca atau pendengar dapat memahami gagasan yang terungkap dalam kalimat tersebut sebagaimana gagasan yang dimaksudkan oleh penulis atau penutur. Kalimat dalam tataran sintaksis adalah satuan bahasa yang menyampaikan sebuah gagasan bersifat predikatif dan berakhir dengan tanda titik sebagai pembatas. Sifat predikatif dalam kalimat berstruktur yang dibentuk oleh unsur  subjek,  unsur predikat, dan unsur objek (S-P+O).

     Contoh 10 kalimat dalam karya ilmiah:
Melakukan pengamatan secara teliti merupakan salah satu keterampilan dasar yang dibutuhkan saat mempelajari sains. Semua ilmu pada bidang sains diperoleh melalui pengamatan. Beranjak dari pengamatan, maka dapat dilakukan suatu penafsiran atau prediksi. Eksperimen atau percobaan yang tentu saja melibatkan proses pengumpulan data hanya dapat diperoleh dengan melakukan pengamatan.

     Contoh 10 kalimat efektif dalam karya ilmiah :
Berdasarkan penelitian, tikus sawah dapat menyebabkan penyakit. Sistem wajib belajar dan sistem ujian dengan standar nasional yang seragam dapat menghasilkan kekayaan sumber daya manusia (penduduk). Dengan sistem itu juga dapat dihasilkan manusia-manusia yang terlatih dan memiliki inti kebudayaan. Selain itu, juga dapat diperoleh manusia yang bergairah belajar, dapat dididik, berdisiplin, peka terhadap urusan kemasyarakatan dan kemanusiaan serta manusia yang terlatih bekerja keras. Pemerintah membantu korban bencana alam.

     Penalaran (reasoning) adalah proses mental dalam  mengembangkan pikiran logis (nalar) dari beberapa fakta atau  prinsip (KBBI,2005:772). Menurut pendapat saya penalaran juga merupakan  suatu proses pengambilan keputusan yang didukung dengan bukti, fakta atau petunjuk menuju suatu kesimpulan yang logis dan objektif dan digunakan untuk mengevaluasi apakah suatu pernyataan itu dapat diyakini atau dianut.

     Soal logika bahasa dan pembahasannya :

A. Sinonim

1. Setelah lama bermukim di daerah pegunungan, ia menjadi petani yang sukses. Persamaan kata yang bergaris bawah pada kalimat di atas adalah
a. berkumpul                           c. berada
b. bertempat tinggal                d. berdiam diri
Persamaan kata (sinonim) adalah kata-kata yang memiliki kesamaan atau kemiripan makna. Jadi sinonim dari bermukim adalah bertempat tinggal. (b).

2. Pemandangan di pegunungan itu sangat indah. Sinonim kata indah adalah
a. cantik                                   c. anggun
b. jelita                                                d. permai
Kata yang bersinonim dengan kata indah adalah permai (d).

3. Petugas perpustakaan sedang menyusun buku bacaan. Sinonim kata yang bergaris bawah pada kalimat diatas adalah
a. menata                                 c. mengatur
b. melengkapi                          d. menyimpan
Sinonim adalah bentuk bahasa yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk lain, jadi sinonim kata menyusun adalah mengatur  (c).

4. Secara bergilir, setiap anak mendeklamasikan puisi. Sinonim dari kata bergaris bawah pada kalimat diatas adalah
a. diganti                                 c. bergantian
b. gentian                                d. digantikan
Kata yang bersinonim dengan kata bergilir adalah bergantian ( c ).

5. Paman membeli rumah mewah secara tunai. Sinonim kata tunai adalah
a. cicilan                                  c. kontan
b. angsuran                              d. kredit
Sinonim (persamaan kata) adalah kata-kata yang memiliki kesamaan atau kemiripan makna. Cicilan berarti uang yang digunakan. Angsuran berarti uang yang digunakan untuk mengangsur. Kontan berarti cara pembayaran tunai. Kredit berarti cara menjual barang, dengan pembayaran tidak tunai (mencicil). Jadi kata yang bersinonim dengan kata tunai adalah kontan ( c ).

6. Hayati
a. meresapi                              c. hidup
b. menjiwai                              d. biologi
Hayati merupakan kata serapan dari bahasa Arab “hayat” yang berarti hidup.(c).

7. Residu
a. hasil                                     c. gas
b. sisa                                      d. polusi
Sisa mempunyai persamaan arti dengan residu (b).

8. Tangkal
a. ikan                                     c. bebal
b. batal                                                d. cegah
Cegah mempunyai persamaan arti dengan tangkal.(d).

9. Bagak
a. pembohong                          c. pecundang
b. pemberani                            d. penakut
Bagak artinya besar hati ; bangga, makna kata bagak sama dengan kata pemberani (b).

10. Proteksi
a. pemalsuan                            c. perlindungan
b. penggelapan                        d. penipuan
            Proteksi artinya melindungi. Makna kata proteksi sama dengan kata perlindungan (c).

B. Antonim

1. Berdikari bermakna berdiri di atas kaki sendiri atau mandiri yang berlawan arti dengan bergantung .

2. Cakrawala adalah lengkung langit. Antonim yang tepat adalah bumi.

3. Calak artinya banyak bicara. Antonimnya adalah pendiam.

4. Deflasi adalah penambahan nilai mata uang. Lawan kata deflasi adalah inflasi yang berarti kemerosotan atau penurunan mata uang

5. Divergen bermakna dalam kondisi bercabang-cabang atau menyebar. Antonim yang tepat adalah terpusat

6. Lahak adalah bau busuk yang memiliki antonim wangi

7. Negasi bermakna penyangkalan atau peniadaan. Antonim yang paling mendekati adalah pengakuan

8. Royal adalah tindakan membuang-buang uang untuk berfoya-foya. Antonim yang tepat adalah hemat

9. Gegabah adalah sikap, tindakan, atau perbuatan yang kurang hati-hati. Antonim yang sesuai adalah waspada

10. Emerge artinya timbul atau muncul. Lawan kata yang sesuai adalah hilang

      C. Analogi

1. ABRASI : EMPASAN
a. serpihan : potongan                         c. rayuan : pujaan
b. reruntuhan : penghancuran              d. memasak : panas
Empasan dapat mengakibatkan abrasi. Hubungan kata-kata yang sesuai adalah reruntuhan : penghancuran, karena penghancuran dapat mengakibatkan reruntuhan.(b)

2. PIANO : ORGAN
a. nada : not                                        c. kunci : pedal
b. enar : pipa                                        d. drum : gitar
Piano adalah alat musik yang dapat menghasilkan nada dengan cara memukulkan palu-paluan pada senar. Sedangkan Organ adalah alat musik yang dapat menghasilkan nada dengan cara menghembuskan udara pada pipa. (b)

3. SUARA : ARTI
a. homofon : sinonim                          c. mulut : otak
b. dengar : piker                                  d. kata benda : kata sifat
      Suara adalah sesuatu yang dapat kita dengar, sedangkan arti adalah sesuatu yang dapat kita pikir. (b)

4. PIZZA : GANDUM
a. Skripsi : Buku                                  c. Genteng : Tanah Liat
b. Gambar : Pelukis                             d. Rumah : Tukang
Pizza terbuat dari gandum , sedangkan genteng terbuat dari tanah liat. (c)           

5. DOMPET : UANG
a. Kandang : ayam                              c. Laut : garam
b. Gunung : harimau                           d. Tas sekolah : buku
Dompet untuk menyimpan uang, sedangkan tas sekolah untuk menyimpan buku. (d)

6. BANGSA : ETHNOLOGI
a. Demostrasi:Demografi                    c. Planet : Astronomi
b. Bumi : Geografi                              d. Penyakit : Patologi
Ethnologi merupakan bangsa, sedangkan patologi merupakan penyakit. (d)

7. RAMBUT : GUNDUL
a. Lantai : licin                                    c. Botak : kepala
b. Pakaian : bugil                                 d. Mobil : mogok
Gundul berhubungan dengan rambut, sedangkan bugil berhubungan dengan pakaian. (b)

8. RAMALAN : ASTROLOGI
a. budaya     : antropologi                   c. masyarakat    : gerontologi
b. budaya     : psikologi                       d. bintang     : arkeologi
Astrologi berhubungan dengan  Ramalan, sedangkan antropologi berhubungan dengan budaya. (a)

9. SAYUR : PASAR
a. buah       :  kebun                             c. komputer     : kantor
b. kue        :  piring                              d. saham         : bursa
Pasar untuk menjual sayur , sedangkan Bursa untuk menjual Saham. (d)

10. FLASH DISK : DATA
a. dompet     : uang                             c. waktu         : arloji
b. komputer     : disket                                    d.  rokok        : asbak
Flash disk untuk menyimpan Data , sedangkan Dompet untuk menyimpan uang. (a)

D. Silogisme

1. Premis umum : Semua binatang mamalia melahirkan dan menyusui anaknya.
    Premi khusus : Ikan paus merupakan binatang mamalia.
    Simpulan : Jadi, semua ikan melahirkan dan menyusui anaknya.
Simpulan dalam silogisme tersebut kurang tepat. Simpulan yang tepat adalah
a.Semua ikan yang melahirkan dan menyusui anaknya.
b. Jadi, ikan paus melahirkan dan menyusui anaknya.
c. Binatang mamalia melahirkan dan meyusui anaknya.
d. Jadi, semua ikan mamalia harus menyusui anaknya
Silogisme =     Premis umum : A dan B
                        Premis khusus : C adalah bagian dari A
                        Kesimpulan : C adalah B
Pada silogisme tersebut, semua mamalia = A
Melahirkan dan manyusui anaknya = B
Ikan paus = C bagian dari A
Jadi, simpulan silogisme tersebut adalah “Jadi, ikan paus melahirkan dan menyusui anaknya.”

2. Pernyataan khusus : Deni adalah pengendara sepeda motor
    Kesimpulan : Deni harus memakai helm sebagai pengaman
Pernyataan umum yang tepat untuk silogisme tersebut adalah
a. Semua pengendara sepeda motor harus memakai hel sebagai pengaman.
b. Semua pengendara sepeda motor adalah yang memakai helm sebagai pengaman.
c. Setiap pengendara sepeda motor memakai pengaman, yaitu helm.
d. Semua pengendara sepeda motor yang berpengaman harus memakai helm.
PK : Deni adalah pengendara sepeda motor.
          C                                      A
K : Deni harus memakai helm sebagai pengaman.
        C                                           B
PU : A dan B
Jadi, semua pengendara sepeda motor harus memakai helm sebagai pengaman adalah premis umum silogisme tersebut

3. Premis Umum : …..
   Premis khusus : Bambang merokok.
  Kesimpulan : Bambang harus melindungi perokok pasif
Kalimat yang tepat untuk melengkapi silogisme terbebut adalah
a. Bambang seorang perokok dan pecandu rokok
b. Siapa merokok, membahayakan lingkungan
c. Setiap perokok harus melindungi perokok pasif.
d. Perokok pasif lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif
Rumus silogisme = PU : Semua / Setiap A = B
                                 PK : C = A
                                 K : C = B
Jadi, premis umum yang tepat adalah setiap perokok harus melindungi perokok pasif

4. Industri adalah sumber pencemaran lingkungan. Pengilangan minyak ditegah laut adalah salah satu industri. Jadi, pengilangan minyak harus ditutup. Kesalahan silogisme tersebut terletak pada
a. Premis umum                                   c. Kesimpulan
b. Premis khusus                                 d. Pola silogisme
rumus kesimpulan adalah C dan B. Jadi kesimpulan seharusnya Pengilangan minyak di tengah laut adalah salah satu sumber pencemar lingkungan.

5. PU : Semua pejabat Negara harus jujur dan hidup sederhana
PK : Mogundha pejabat Negara
S : …
Simpulan yang tepat untuk melengkapi silogisme tersebut adalah
a. Mogundha pejabat negara yang jujur dan sederhana.
b. Mogundha harus jujur dan hidup sederhana.
c. Mogundha harus jujur dan sederhana karena seorang pejabat negara.
d. Mogundha seharusnya jujur dan sederhana
Simpulan yang tepat untuk silogisme tersebut adalah “Mogundha harus jujur dan hidup sederhana.”

6. Premis umum : ….
   Premis khusus : Rikardo Sambera atlet olimpiade
   Simpulan : Rikardo Sambera wajib mengikuti tes doping
Premis umum untuk melengkapi penalaran diatas adalah
a. Setiap atlet iolimpiade yang meragukan harus tes doping
b. Setiap atlet olimpiade wajib mengikuti tes doping
c. Seorang atlet olimpiade wajib mengikuti tes doping
d. Setiap atlet olimpiade seperti Rikardo Sambera harus lolos tes doping
Premis umum yang tepat untuk melengkapi penalaran pada soal diatas adalah “Setiap atlet olimpiade wajib mengikuti tes doping.” PU : A = B, PK : C = A, S : C = B.

7. Premis umum : Setiap warga negara Indonesia harus berusaha menghemat penggunaan energi.
    Premis khusus : Mangunsudono warga negara Indonesia
Kesimpulan yang paling tepat berdasarkan premis diatas adalah
a. Mangunsudono sebagai warga negara Indonesia herus berusaha menghemat penggunaan energy
b. Setiap warga negara Indonesia seperti Mangunsudono harus berusaha menghemat penggunaan energi
c.   Mangunsudono warga negara Indonesia, harus berusaha menghemat energi seperti warga negara lain
d. Mangunsudono harus berusaha menghemat penggunaan nenergi
Kesimpulan yang tepat berdasarkan premis pada soal adalah “ Mangunsudono harus berusaha menghemat penggunaan energi” karena kesimpulan tersebut kalimatnya disusun dari sebagian premis umum dan premis khusus

8. PU : Masyarakat memerlukan sarana transportasi
   PK : Pak Bondan penduduk desa terpencil
  K : …
Kesimpulan yang tepat untuk melengkapi penalaran diatas adalah
a. Pak Bondan memerlukan sarana transportasi
b. Penduduk desa terpencil seperti Pak Bondan memerlukan sarana transportasi
c. Semua penduduk memerlukan sarana transportasi
d. (Semua) orang yang ingin sukses hidupnya harus bekerja keras
Rumus :  PU : A = B
                PK : C = A
                K : C = B
Premis yang tepat untuk melengkapai penalaran diatas adalah “Pak Bondan memerlukan sarana transportasi.”

9. PU : Semua siswa SMU yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri harus lulus SPMB
    PK : Anto siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri
Kesimpulan yang tepat dalam silogisme tersebut adalah
a. Anto ingin kuliah karena ia siswa SMU
b. Siswa yang ingin kuliah harus mengikuti SPMB
c. Anto harus lulus SPMB
d. Anto tamat SMU
Kesimpulan yang tepat dalam silogisme tersebut adalah “Anto harus lulus SPMB.”

Artikel Koran mengenai Perekonomian Indonesia

EKONOMI RI DIPREDIKSI MAKIN CERAH

     Ekonomi Indonesia diyakini akan terus mengalami pertumbuhan yang positif dalam beberapa tahun ke depan, meski harus menghadapi banyak tantangan dari ekonomi global.
     
     Presiden Direktur PT Eastpring investments Indonesia, Riki Frindos mengatakan, meski pada tahun ini bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan menaikkan suku bunga acuannya, namun hal tersebut dinilai tidak akan berpengaruh besar terhadap perekonomian Indonesia.

     "Kita tidak pernah tahu kapan The Fed menaikan suku bunganya, mungkin Juni, tapi di bagian negara lain cenderung untuk menurunkan suku bunganya, seperti Eropa, Australia, Jepang," ujar Riki di Jakarta, Selasa (3/2/2015).

     Selain itu, sejak pertengahan 2013, Indonesia telah melakukan langkah-langkah stabilisasi makro ekonomi. Dengan demikian, kondisi ekonomi Indonesia dinilai akan lebih stabil dibandingkan negara lain.
"Sekarang, sejak pertengahan 2013 kita sudah lakukan langkah stabilisasi makro ekonomi. Jadi dari 1,5 tahun itu kini mulai ada hasilnya seperti inflasi yang turun, suku bunga stabil, malah suku bunga obligasi turun," lanjut dia.

     Optimisme ini juga didorong dengan adanya pemerintahan baru yang diharapkan akan membuat gebrakan kebijakan buru, seperti subsidi BBM yang saat ini bisa dialihkan ke sektor lain yang lebih produktif.

     "Jadi prediksi kita ini akan naik saat yang lain cenderung menurunkan suku bunganya. Potensi ekonomi dunia juga saat ini tidak ada yang terlalu dominan seperti dulu AS. Tapi dibanding dengan negara lain, Indonesia akan cukup kompetitif. Dengan tumbuh 5,7 persen-5,8 persen seperti harapan pemerintah, itu sudah cukup sehat," ujar Riki.

Kata sulit yang terdapat didalam artikel ini antara lain :
-        Stabilisasi : usaha atau upaya membuat stabil; penstabilan
-        Inflasi : kemerosotan nilai uang (kertas) krn banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang: pemerintah berhasil mengen-dalikan -- dan menciptakan iklim ekonomi yg mantap
-        Optimisme : paham (keyakinan) atas segala sesuatu dr segi yg baik dan menyenangkan; sikap selalu mempunyai harapan baik dl segala hal

Artikel ilmiah dalam bidang perbankan

ABSTRAK
PELAKSANAAN SISTEM BAGI HASIL PADA BTN SYARIAH SEMARANG

     Dengan memahami latar belakang tulisan ini antara lain meningkatkan kesadaran sebagian umat Islam untuk bersyariat secara kaffah termasuk bidang perbankan, namun ironisnya bank syariah jauh ketinggalan dari bank konvensional padahal mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim.
     
     Permasalahan yang diangkat dalam Tesis ini adalah bagaimana ketentuan khusus tentang sistem bagi hasil pada bank syariah, bagaimana pelaksanaan sistem bagi hasil pada BTN Syariah dan apa saja yang menjadi hambatan-hambatannya, bagaimana pemecahannya.

     Terhadap permasalahan tersebut di atas kemudian dilakukan penelitian dengan metode pendekatan yuridis normative dan setelah diteliti akan ditemukan fakta bahwa ternyata umat Islam Indonesia lebih memilih bank konvensional dari pada bank syariah.

     Dari penelitian yang dilakukan pada BTN Syariah Cabang Semarang ditemukan fakta di lapangan dapat diuraikan dalam pembahasan yang dapat disimpulkan antara lain bahwa sistem bagi hasil terdiri dari al-mudharabah dan al-musyarokah. Hambatan dalam pelaksanaan sistem bagi hasil tersebut adalah bahwa sebagian umat Islam belum mempunyai persepsi dan komitmen sebagai calon nasabah yang benar dan kuat. Hal ini disebabkan karena baru adanya peraturan perundang-undangan sebagai dasar hokum bank syariah serta kurangnya sosialisasi tentang perbankan syariah.

     Oleh karena itu untuk memberikan jawaban atas permasalahan tersebut maka diperlukan adanya peningkatan kesadaran, pemahaman umat Islam, perlunya peraturan perundang undangan sebagai dasar hukum bank syariah serta harus ditingkatkan sosialisasi, publikasi dan advertensi kepada masyarakat melalui berbagai media.

Kata Kunci : Pelaksanaan, sistem, bagi hasil, Bank Syariah.

Mengindentifikasi abstrak :

     Pada contoh abstrak diatas bahwa bias dilihat kalimat pertama dan kedua merupakan latar belakang dari penelitian yang dilakukan, sedangkan berikutnya dipaparkan tentang tujuan dan ruang lingkup penelitian, diikuti dengan metodologi yang digunakan dalam penelitian. Kalimat berikutnya adalah penjelasan tentang hasil penelitian dan diakhiri dengan saran dan simpulan. Perlu diperhatikan bahwa jumlah kata pada contoh abstrak di atas hanya 329  kata, namun telah secara komprehensif menggambarkan keseluruhan isi karya ilrniah. Penulisan abstrak biasanya diikuti dengan penulisan kata-kata kunci yang digunakan dalam penyajian makalah. Dari contoh abstrak di atas, misalnya kata kunci dapat berupa “Pelaksanaan, sistem bagi hasil, Bank Syariah”. Kata kunci dalam penyajian sebuah karya ilmiah pada umumnya dipilih dari kata yang paling mewakili atau mencerminkan isi dari uraian yang dituliskan dalam karya ilmiah tersebut. Kata kunci biasanya digunakan untuk mempermudah pencarian karya ilmiah yang membahas tentang hal tersebut.

 DAFTAR PUSTAKA
Pustaka, Redaksi Kawan. 2008. Latihan Soal & Pembahasan UASBN Bahasa Indonesia SD. Jakarta : Kawan Pustaka
Pustaka, Redaksi Kawan. 2008. Latihan Soal & Pembahasan Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMA IPA/IPS. Jakarta : Kawan Pustaka
Darmayanti, Nani, Nurul Hidayanti dan Dian Hartati (red). 2008.  Get Success UN+SPMB Bahasa Indonesia. Bandung : Grafindo Media Pratama
Amalia, Uli. 2015. Updated Edition Supertrik Lolos TPA SBMPTN & Seleksi Mandiri. Jakarta : Cmedia Imprint Kawan Pustaka





Minggu, 16 November 2014

tugas II



Artikel Yang Berhubungan Dengan Konsumsi, Konsumen, Konsumtif & Konsumerisme Dalam Perilaku Konsumen

Konsep Konsumsi, Konsumen, Konsumtif, Konsumerisme
Pada dasarnya setiap manusia memiliki berbagai macam dalam hidupnya, mulai dari sandang, pangan, dan papan sebagai kebutuhan primer, sampai dengan pada kebutuhan sekunder dan tersiernya yang juga terasa tidak kalah penting dengan kebutuhan primer, seperti handphone,make up, transportasi, dan lain sebagainya
Dalam dunia psikologi, konsep ini digunakan untuk melihat sisi psikologis dari perilaku konsumen baik itu pembeli maupun pengguna jasa, dalam memilih dan pembelian barang,apakah konsumen membeli barang dikarenakan kebutuhannya yang memang mengharuskan para konsumen untuk membeli barang atau menggunakan jasa tersebut, ataukah hanya karena keinginan memiliki, atau bahkan karena gengsi semata.

A.Konsumsi

Secara harafiah konsumsi adalah suatu aktifitas memakai atau menggunakan suatu prosuk barang atau jasa yang dihasilkan oleh para produsen. Konsumsi, dari bahasa Belanda consumptie, ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung.Kegiatan konsumsi merupakan tindakan pemuasan atas berbagai jenis tuntutan kebutuhan manusia. Individu yang melakukan kegiatan konsumsi disebut juga konsumen.
Menurut Chaney konsumsi adalah seluruh tipe aktifitas sosial yang orang lakukan sehingga dapat dipakai untuk mencirikan dan mengenal mereka, selain (sebagai tambahan) apa yang mungkin mereka lakukan untuk hidup. Chaney menambahkan, gagasan bahwa konsumsi telah menjadi(atau sedang menjadi) fokus utama kehidupan sosial dan nilai-nilai kultural mendasari gagasanlebih umum dari budaya konsumen. Contohnya : Menghabiskan makanan dan minuman, memakai baju, menonton TV.

B.Konsumen

Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Di dalam dunia ekonomi, perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan individu yang melibatkan pembelian penggunaan barang dan jasa termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut sebagai pengalaman dengan produk, pelayanan dari sumber lainnya. Fokus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang. Dua wujud konsumen:
1.Personal Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk penggunaannya sendiri
2.Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.

Lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen antara lain adalah keluarga, teman-teman, media massa, faktor pendapatan dan juga faktor yang datang dari dalam diri individu tersebut sendiri

Sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen, Kewajiban Konsumen adalah :
1.Membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan;
2.Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa;
3.Membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati;
4.Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut.

Sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen,Hak-hak Konsumen adalah :
1.Hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan
2.Hak untuk memilih barang atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;
3.Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa;
4.Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya
5.Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut;
6.Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;
7.Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;
8.Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi/penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya;
9.Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.

C.Konsumtif

Konsumtif diartikan sebagai pemakaian (pembelian) atau pengonsumsian barang-barang yang sifatnya karena tuntutan gengsi semata dan bukan menurut tuntutan kebutuhan yang dipentingkan (Barry, 1994). Oleh karena itu, arti kata konsumtif (consumtive) adalah boros atau perilaku yang boros, yang mengonsumsi barang atau jasa secara berlebihan.
Dalam arti luas konsumtif adalah perilaku berkonsumsi yang boros dan berlebihan, yang lebih mendahulukan keinginan daripada kebutuhan, serta tidak ada skala prioritas atau juga dapat diartikan sebagai gaya hidup yang bermewah-mewah.
Pengertian konsumtif, menurut Yayasan Lembaga Konsumen (YLK), yaitu batasan tentang perilaku konsumtif sebagai kecenderungan manusia untuk menggunakan konsumsi tanpa batas.Definisi konsep perilaku konsumtif sebenarnya amat variatif. Tapi pada intinya perilaku konsumtif adalah membeli atau mengunakan barang tanpa pertimbangan rasional atau bukan atasdasar kebutuhan.
Budaya konsumtivisme menimbulkan shopilimia.Dalam psikologi ini dikenal sebagai compulsive buying disorder (penyakit kecanduan belanja). Penderitanya tidak menyadari dirinya terjebak dalam kubangan metamorfosa antara keinginan dan kebutuhan. Ini bisa menyerang siapa saja, perempuan atau laki-laki.
Contohnya : membeli handphone jenis terbaru, mengikuti trend dan membeli gadget yang sedang up to date

D.Konsumerisme

Konsumerisme adalah paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadikan manusia menjadi pecandu dari suatu produk. Konsumerisme adalah kata dari bahasa asing yaitu consumerism.
Menurut Encyclopedia Britanica, Konsumerisme sebagai gerakan atau kebijaksanaan yang diarahkan untuk menata metode dan standar kerja produsen, penjual dan pengiklan untuk kepentingan pihak pembeli.Sedangkan menurut JJ. Sembiring, konsumerisme merupakan gerakan konsumen (consumer movement) yang mempertanyakan kembali dampak-dampak aktivitas pasar bagi konsumen.
Dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia kontemporer (Peter Salim, 1996), arti konsumerisme(consumerism) adalah cara melindungi publik dengan memberitahukan kepada mereka tentang barang-barang yang berkualitas buruk, tidak aman dipakai dan sebagainya.
Masyarakat yang hidup dalam budaya konsumer. Ada tiga perspektif utama mengenai budaya konsumer menurut Featherstone (1991) yaitu :
a.Pertama
Budaya konsumer di dasari pada premis ekspansi produksi komoditas kapitalis yang telah menyebabkan peningkatan akumulasi budaya material secara luas dalam bentuk barang-barang konsumsi dan tempat-tempat untuk pembelanjaan dan untuk konsumsi. Hal ini menyebabkantumbuhnya aktivitas konsumsi serta menonjolnya pemanfaatan waktu luang (leisure) pada masyarakat kontemporer Barat.
b.Kedua
Perspektif budaya konsumer berdasarkan perspektif sosiologis yang lebih ketat, yaitu bahwa kepuasan seseorang yang diperoleh dari barang-barang yang dikonsumsi berkaitan denganaksesnya yang terstruktur secara sosial. Fokus dari perspektif ini terletak pada berbagai caraorang memanfaatkan barang guna menciptakan ikatan sosial atau perbedaan sosial.
c.Ketiga
Perspektif yang berangkat dari pertanyaan mengenai kesenangan/kenikmatan emosional dari aktivitas konsumsi, impian dan hasrat yang menonjol dalam khayalan budaya konsumer, dankhususnya tempat-tempat kegiatan konsumsi yang secara beragam menimbulkan kegairahan dankenikmatan estetis langsung terhadap tubuh